0303016
Sudah hampir 5 hari ini sy dicuekin sama doi. Alasannya sih masih sy pikir2, waktu itu dy datang ke rumah buat silaturahmi. Sy pun keluar dari kamar untuk menemuinya. Dengan hati yg senangnya buka main setelah tidak bertemu 2 minggu ini sy pun keluar tanpa pikir panjang.
Dia menatapku pelan dan memperhatikan pakaian yg sy gunakan saat itu. Sy sadar kalau kaos yg sy pakai itu kaos hadiah dari teman yg bergambarkan wajahku sendiri. hahahaa (narsis binggo). sy menggunakan kaos itu sih bukan maksud gimana2, kaosnya enak aja dipakai soalnya kainnya adem, lagian sy pakainya di rumah aja.
Setelah dia nanya itu kaos dari mana? ya sy jawab saja "ini loh yg hadiah dari teman tuu..". seketika itu dia diam dan hanya memainkan Hp yg dipegangnya. Aku membuat minum untuknya, menyiapkan dan mempersilahkannya. Dia meminumnya hingga habis dan akhirnya pamit pulang. Tak ada kata2 sedikitpun tentangku atau tentang apapun.
Hingga saat ini tak ada kabar darinya, telfonku tidak pernah dia angkat, sms tidak dibalas & BBM ku pun diabaikan. Tiap bangun dari tidur, sy selalu mengecek Hp siapa tau saja dia sadar dan menelfonku. tapi nihil..
Biarlah hal ini menjadi hukuman buat sy, untuk lebih bisa menghargai dia...
0303016 (3.14 PM)
iiiwww... senangnyaa...
Akhirnya doi nelfon, soalnya tadi sy kirim SMS ngancam minta putus sama doi kalau masih diginiin juga. heheee..
Rabu, 02 Maret 2016
Kamis, 14 Januari 2016
Aku dan Dia.
Ketika
masih bersamanya, tak ada yang salah dengan hubungan kami..tak ada masalah
besar bersamanya. Hanya rasa sayang yang berlebih yang membuat cemburu itu
sakit rasanya. Kala pertama kali dia
memegang tanganku, saat itu juga
kukatakan pada diriku bahwa hanya dia yang boleh meminangku.
Namun
kesenangan itu tak berumur panjang. Dia diharuskan kembali ke desa asalnya dan
meninggalkan tanah perantauan. Saat tahu hal itu, hatiku perih tak tertahankan.
Mengingat dia harus meninggalkanku disaat umur hubungan kita masih seumur
jagung dan dimana perasaan sayangku sangat kuat untuknya. Ternyata hal itu
tidak mengurungkan niatnya untuk kembali ke tempat asalnya dan kembali
berkumpul dengan keluarga yang sangat dia sayangi.
Selang
beberapa minggu perasaanku masih sama dengan saat dulu kami masih bersama.
Namun pertengkaran kecil maupun besar sering terjadi diantara kami berdua. Hal
itu membuatnya khawatir, khawatir jika rasa sayangku padanya tergantikan oleh
orang lain.
Dia
sangat dewasa dalam mengatasi tiap masalah hubungan kami. Dia sangat sabar
mengatasi sifatku yang kekanakan juga moodyan. Aku suka dengan caranya
memahamiku.
Saat
kekhawatirannya terbukti. Aku pun mengatakan dan meyakinkannya bahwa hanya dia
seorang yang aku tunggu untuk meminangku, walaupun aku bersama dengan orang lain. Aku tahu itu sangat menyakitinya.
Namun aku tidak bisa terus-menerus menunggunya tanpa kepastian.
Saat
hubungan kami tak seperti dulu lagi, kami tetap berkomunikasi walau tak seintim
dulu. Dia sering kali menggodaku agar hubungan kami bisa dilanjutkan lagi. Tapi
aku tak bisa karena ingin bersama laki2 lain yang tidak meninggalkanku
sepertinya. Walau dalam hati aku benar2 menyayanginya. Dan aku tahu begitupun
sayangnya terhadapku. Saat menyakitinya, aku menjadi tahu rasa sayang yang
sesungguhnya. Dan aku tidak mendapatkan rasa sayang yang sama terhadap laki2 yg
bersamaku saat itu.
Setelah
berhubungan dengan beberapa laki2, akhirnya aku menemukan seseorang yang
kembali membuatku serius untuk menjalani hubungan. Awalnya hubungan kami tidak
mudah, sebab kami masih saja harus dipisahkan dengan jarak. Namun aku mencoba
untuk menahannya. Pernah aku membuatnya
sangat tidak wajar, saat itu aku sangat tidak ingin bertemu dengannya dan tidak
membuatnya nyaman dengan sikapku. Kupikir dia akan menyerah dengan kekanakanku
itu. Ternyata dia masih tetap menerimaku hingga saat ini.
Tibalah
hari yang tak kusangka, yaitu hari pernikahan dia. Laki2 yang dahulu hanya dia
yang kuinginkan untuk menjadi peminangku. Kini dia bisa melepas rasa sayangnya
terhadapku untuk orang lain yang akan mendampinginya kelak. Kaget dan entah apa
aku benar2 senang mendengar kabar ini aku tak tahu. Selepas kabar itu kuketahui,
aku terus terfikirkan tentangnya. Tentang masa-masa disaat masih bersamanya.
Aku terus menanyakan diriku tentang perasaan dan sikap ini. Apakah hal itu
karena aku masih menyayanginya?tidak ikhlas mengetahui dia tidak sayangiku
lagi?atau karena sesungguhnya selama ini aku membohongi perasaanku kalau tidak
mencintainya lagi?
Kutepis
semua yang kurasakan dan kusiapkan cinta yang hangat serta sayang yang amat
sangat untuk laki2 yang kini bersamaku, yang selama ini berusaha keras untukku,
mencintaiku lebih dan juga telah mencuri perhatian keluargaku.
Kini kuharus
menjadi diriku yang lebih bisa dicintai olehnya, calon imam dunia akhiratku..
usahanya untuk membahagiakan dan memenuhi inginku telah melebihi siapapun yang
pernah bersamaku. Jika mengingat usahanya selama ini, membuatku sakit dan
serasa teriris nadi ini sebab menjadikanku orang terjahat, egois, rakus dan tak
tahu malu.
Sejak
itu aku berfikir, kemungkinan yang terjadi dalam biduk keluargaku jika sikapku
masih tak berubah. Tidak ada kebahagiaan didalamnya. Hanya ada keegoisan dan
tidak pernah merasa cukup dengan apa yang telah diusahakannya. Dalam hati aku
pun berniat menjadi wanita yang pantas untuknya. Menjadi wanita yang didambanya
dan membuat orang lain iri terhadap
kami..
Selasa, 28 Oktober 2014
Dear you…
“K’ Amir..aku tahu kamu sangat menyayangi aku..aku pun begitu k’..tapi, tidak seperti yang kakak harapkan. Maaf..”. Hal itu terucap begitu saja setelah sekian lama k’ Amir memendam perasaan itu terhadapku.
Kini, kurang lebih 3 tahun sudah aku menjalin pertemanan dengan k’ Amir. K’ Amir yang sangat perhatian terhadapku dibanding dengan teman lelaki lain yang pernah dekat denganku. Tapi k’ Amir hanyalah teman bagiku, teman, kakak dan sahabat bagiku. Setelah sekian lama aku bersamanya, kembali aku mengingat-ingat kembali perjalanan kami ketika pertama kali bertemu dan akhirnya bisa seakrab dan sedekat ini.
Waktu itu aku masih semester dua di salah satu universitas ternama di Makassar. Aku memutuskan kembali tinggal di kost dimana sebelumnya aku telah ngekost di tempat yang lain. Aku pindah kost untuk mencari suasana baru. Dan saat itulah suasana baru dimulai. Ketika aku pulang dari kampus dimana aku selesai mengisi kegiatan himpunan, disaat hujan telah membasahi bumi beberapa menit yang lalu, saat itulah awal mula aku bertemu dengan k’ Amir. K’ Amir yang sedang berada di depan kamar kostnya saat itu, dan aku yang ingin masuk ke kost aku.. tapi terkendala dengan banjirnya jalan masuk ke kost aku saling bicara. “ Kira-kira kalau aku masuk saja dengan melewati banjir ini, apa aku akan basah kuyup k’?” kataku pada k’ Amir yang waktu itu aku tak tahu sama sekali namanya. “ iya de’, sepertinya akan kebasahan, apalagi hujannya belum begitu reda” kata k’ Amir padaku. Dengan begitu aku pun mengurungkan niatku untuk melewati jalan setapak yang banjir itu dan menunggu hingga banjirnya cukup surut.
Sejak saat itulah k’ Amir mencari tahu tentangku ke temannya yang ternyata juga temanku. Lama setelah k’ Amir memiliki nomor handphone aku, barulah kemudian dia memberanikan diri untuk menghubungiku. Dan sejak saat itulah aku mulai dekat dengan k’ Amir. Aku sering ke kamar kostnya walau hanya untuk ngobrol atau nonton tv. Tiap kali melewati kamar kostnya aku selalu menyempatkan menyapa k’ Amir, walau hanya berteriak memanggil “ k’ Amiiiirrr!!! Aku ke kampus yaa..” .
Hari-hariku bersama k’ Amir kulewati dengan sangat menyenangkan dan tidak sungkan untuk berekspresi. Selera lagu kami cukup banyak yang sama membuat kami terkadang nyanyi-nyanyi bersama, gila-gilaan bersama, ketawa-ketawa bersama bahkan saling mencela satu sama lain. Dan hal itu makin mengakrabkan kami. Tiap kali aku memiliki pacar, aku sering curhat dengan k’ Amir. Semua masalah yang kualami pun sering aku ceritakan ke k’ Amir. Tiap kali aku meminta tolong pada k’ Amir, k’ Amir selalu mengusahakan agar bisa membantuku. K’ Amir selalu ada di saat aku butuh dorongan semangat. Dan ketika aku merasa sedih dengan sesuatu dan butuh teman, aku akan mendatangi k’ Amir dan seketika itu juga aku merasa lega dengan nasehat-nasehat yang dia berikan.
Aku sering meminta maaf pada k’ Amir mengenai sifatku yang moody-an, tapi k’ Amir tak pernah marah dengan itu. K’ amir sangat mengerti aku yang masih belum dewasa, yang masih kekanakan dalam menghadapi sesuatu. Bahkan k’ amir malah sering menasehatiku agar segera merubah sikap anehku, bisa menjaga diriku sendiri dan menjadi dewasa.
Aku sayang k’ Amir,, tapi tidak untuk menjadi kekasih. Aku sayang k’ Amir sebagai seorang adik yang sayang kakaknya, sebagai seorang sahabat dan keluarga. K’ Amir orang yang special bagiku.. Entah kata orang bagaimana terhadapku, mungkin ada yang bilang aku hanya memanfaatkan kebaikan k’ Amir. Tapi sesungguhnya, aku sangat butuh orang seperti dia. Orang yang bisa membuatku kembali tenang jika merasa marah dan jengkel terhadap sesuatu, orang yang bisa membuat aku menceritakan semua keluh kesahku, orang yang dewasa mengajarkanku sesuatu dan orang yang sangat sabar dan ikhlas menghadapi aku.
Aku sayang k’ Amir,, tapi tidak untuk menjadi seorang istri untuknya.. Aku hanya ingin dia tetap seperti sekarang. Tetap menjadi kakak yang baik untukku, hingga kelak dia mendapatkan orang yang betul-betul sayang kepadanya dengan harapan yang sama dengan k’ Amir.
Entah bagaimana aku harus membayar semua kebaikan k’ Amir. Aku hanya berharap bisa tetap membuat k’ Amir nyaman pernah mengenal aku…
Terlalu banyak kenangan menyenangkan bersama k’ Amir.. Dan entah hal apa yang membuat k’ Amir menjadi seperti ini. Tiba-tiba saja aku mengetahui bahwa k’ amir ingin pergi. Aku segera menghubunginya dan menanyakan kenapa dia ingin pergi tanpa membicarakan terlebih dahulu padaku. Dengan alasan k’ Amir seperti ini “ untuk hidup lebih baik dan bisa terbiasa tanpa kamu”. Seketika itu juga aku sadar bahwa ternyata k’ Amir selama ini menyimpan rasa sayangnya terhadapku dan menahan perasaan itu hingga akhirnya dia mengatakannya dan aku tidak bisa menerima itu… Aku sangat merasa bersalah, entah apa yang harus aku lakukan. Aku tidak bisa begitu saja melarang k’ Amir pergi. Jika aku melarangnya, aku yakin k’ Amir akan makin tersiksa dengan perasaan yang dia rasakan. Sehingga dengan penjelasan yang cukup panjang dari k’ Amir dan jawaban aku yang masih saja tidak bisa memberikan apa yang diharapkan k’ Amir.. Aku merelakan dan mengikhlaskan k’ Amir untuk pergi, walau aku sedikit takut jika k’ Amir pergi. Aku takut tidak ada lagi yang bisa benar-benar mengerti aku dan memperhatikan aku lebih. Tapi aku tak bisa begitu saja egois dengan keputusan k’ Amir..
Dan akhirnya k’ Amir memutuskan pergi, tapi tidak saat itu juga. K’ Amir mengurungkan niat untuk pergi saat itu juga. K’ Amir merasa harus memikirkan matang-matang keputusan yang dia ambil.
Suatu saat setelah kejadian itu, k’ Amir menghubungiku dan membicarakan baik-baik mengenai keputusan yang ingin dia ambil untuk mencari peruntungan di luar. Dia meminta pendapatku dan tentu saja aku mendukung k’ Amir. Jika hal itu baik untuk k’ Amir dan bisa membuat k’ Amir lupa akan perasaannya terhadapku, maka aku akan sangat mendukungnya.
Selamat tinggal k’ Amir..baik-baiklah disana, tetap menjadi k’ Amir yang aku kenal. K’ amir yang sangat baik terhadap siapa saja dan k’ Amir yang sangat menyayangi keluarga terutama orang tuanya…
Aku sangat berharap akan ada wanita yang akan menjemput perasaan k’ Amir sama dengan yang diharapkan k’ Amir.. Aku akan selalu menyayangi k’ Amir seperti ini hingga akhirnya hal itu harus terhenti oleh sesuatu yang membahagiakan bukan sesuatu yang menyedihkan.
Kamis, 21 Agustus 2014
Skripsi..skripsi..Sudah sebulan lebih dari hari pengajuan judul skripsi yang kulakukan. Tapi hingga saat ini masih belum ketahuan juga bab 4 yang harusnya sudah terisi. Di fikiranku hanya dibebani oleh orang lain, oleh urusan orang lain. Sedang perasaanku hanya diisi dengan rasa iri dan jengkel kepada orang-orang terdekatku, yaa teman-temanku.
Harusnya aku bisa fokus dengan skripsiku sendiri, bukan dengan urusan yang tidak seharusnya aku urusi. Hal inilah yang selama ini menyita waktu dan fikiranku. Hal tak bermanfaat inilah yang membuat bab 4 ku tak terisi hingga kini.
Aku ingin fokus..aku ingin tidak memikirkan keberhasilan orang lain.. Tapi apa? hal itu masih saja mengganggu.
Tuhan..Engkau mendengarkan keluhku..ambillah sifat buruk pada diriku dan jadikan aku makhluk yang bisa menata hidup dengan iman ikhlas dari diriku..
Sesungguhnya Engkau Maha melihat lagi mendengar..
Harusnya aku bisa fokus dengan skripsiku sendiri, bukan dengan urusan yang tidak seharusnya aku urusi. Hal inilah yang selama ini menyita waktu dan fikiranku. Hal tak bermanfaat inilah yang membuat bab 4 ku tak terisi hingga kini.
Aku ingin fokus..aku ingin tidak memikirkan keberhasilan orang lain.. Tapi apa? hal itu masih saja mengganggu.
Tuhan..Engkau mendengarkan keluhku..ambillah sifat buruk pada diriku dan jadikan aku makhluk yang bisa menata hidup dengan iman ikhlas dari diriku..
Sesungguhnya Engkau Maha melihat lagi mendengar..
Tuhan…hal ini
kembali mengganggu perasaanku..
Pulang dari
Pangkep, rumah keluargaku, setelah silaturahmi..dimana hal ini adalah hal yang
sangat berarti bagiku kelak. Tapi masalah itu kembali mengganggu. Kenapa harus
ada rumah itu jika hanya akan membuat masalah dalam keluargaku Tuhan? Aku tidak
ingin keluargaku terpisah walaupun itu bukan “pisah” yang sesungguhnya. Aku
tidak ingin kehidupan seperti ini..
Suasana rumah
yang tidak seramai dulu.. keluarga yang terbagi.. makanan yang harus
diantarkan..
Semua hal itu
sangat tidak menyenangkan Tuhan.. kenapa orang tuaku seperti ini? Kenapa mereka
masih harus saling egois? Saling gengsi? Saya tidak ingin seperti iniiii..
Bagaimana saya
menyatukan keluarga ini kembali? Apa yang harus saya lakukan Tuhan? Tiap kali
hal ini dibahas, hanya akan memicu emosi orang tuaku..terutama bapakku. Jika
hal itu dibahas hanya akan membuat kedua orang tuaku saling marah. Dan suasana
akan kembali menjadi lebih tak menyenangkan..
Bukakan pintu
keluar Mu Tuhan untuk masalah dalam keluargaku ini.amiin.
Sabtu, 05 April 2014
Iri!
yups..kalian pasti tau apa itu, sifat yang bagaimana "iri" itu. sifat jelek kah dia, atau baik kah dia itu terserah kalian yang mau menilainya seperti apa.
siapa pun pasti pernah merasakannya.. dan kali ini, sifat yang kata orang penyakit hati itu berkali-kali menimpa saya.
Sesak sangat yang saya rasakan ketika melihat teman2 saya berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka usahakan terbayar.
Kadang saya berpikir, usaha mereka tidak lebih baik dengan apa yang saya usahakan, tapi kenapa mereka bisa mendapat lebih dari saya? hhfft.. hal itu membuat saya su'udzon sama Tuhan..kenapa Engkau begitu pilih kasih Tuhan? apa salah saya???
Mereka akhirnya bisa tertawa lepas, puass dengan apa yang mereka peroleh. Sedangkan saya? hanya bisa meratapi kesenangan mereka, iri dan membenci nasib yang menimpa saya.
aaAAARrrgGGH!!!!
Saya sangat benci dengan dia dan mereka yang begitu senang dan tidak melihat usaha saya selama ini untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dan secara langsung apa yang saya inginkan juga. keinginan kami sama, namun nasib yang ada pada kami berbeda. nasib mereka lebih mujur dan saya hanya bisa menjadi pecundang. hahhaa. (y)
Oke! sekarang kita akan lihat siapa yang bakal tertawa di garis finish kelak. apakah kalian dengan nasib mujur kalian itu, atau saya dengan sifat iri saya ini!!
yups..kalian pasti tau apa itu, sifat yang bagaimana "iri" itu. sifat jelek kah dia, atau baik kah dia itu terserah kalian yang mau menilainya seperti apa.
siapa pun pasti pernah merasakannya.. dan kali ini, sifat yang kata orang penyakit hati itu berkali-kali menimpa saya.
Sesak sangat yang saya rasakan ketika melihat teman2 saya berhasil mendapatkan apa yang mereka inginkan dan apa yang mereka usahakan terbayar.
Kadang saya berpikir, usaha mereka tidak lebih baik dengan apa yang saya usahakan, tapi kenapa mereka bisa mendapat lebih dari saya? hhfft.. hal itu membuat saya su'udzon sama Tuhan..kenapa Engkau begitu pilih kasih Tuhan? apa salah saya???
Mereka akhirnya bisa tertawa lepas, puass dengan apa yang mereka peroleh. Sedangkan saya? hanya bisa meratapi kesenangan mereka, iri dan membenci nasib yang menimpa saya.
aaAAARrrgGGH!!!!
Saya sangat benci dengan dia dan mereka yang begitu senang dan tidak melihat usaha saya selama ini untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan dan secara langsung apa yang saya inginkan juga. keinginan kami sama, namun nasib yang ada pada kami berbeda. nasib mereka lebih mujur dan saya hanya bisa menjadi pecundang. hahhaa. (y)
Oke! sekarang kita akan lihat siapa yang bakal tertawa di garis finish kelak. apakah kalian dengan nasib mujur kalian itu, atau saya dengan sifat iri saya ini!!
Senin, 04 November 2013
Dia.. (2)
Tuhan..apa yang akan terjadi nanti?
perasaanku aneh, aku mulai tidak yakin dengan perasaanku..apa yang ada dipkirankuuu..
Sejak Tio mengatakan kata-kata itu aku mulai merasa aneh. Kenapa dia berkata seperti itu?ada apa dengan dia?aku terlalu takut untuk menanyakannya, aku takut hal itu akan menyakitinya..
Aku tak bisa tidur memikirkannya,,dan kuputuskan untuk menanyakannya..aku akan ke rumah Tio.
"Assalamu alaikum?.."."iya, waalaikum slam..eh km ri,ayo masuk..". Aku duduk dihadapannya, menatap wajahnya yang selalu menenangkanku. Dan memberanikan diri untuk menanyankannya. "eemm..Tio, apa kamu ada masalah?tolong cerita sama aku kalau kamu ada masalah..aku akan sedih jika kamu tidak membagi kegundahanmu Tio". "Aku tahu kamu pasti akan heran dengan sikapku kemarin yang tiba-tiba berkata aneh..Thari sayang..aku hanya". Sambil mengubah posisi duduknya dan pindah disampingku, dia menggemgam tanganku erat. "Aku hanya tidak ingin sesuatu terjadi pada hubungan kita Ri..aku takut kamu akan jenuh dengan hubungan kita, dengan kehidupan keluargaku, adik2 ku bahkan aku sendiri Ri..aku takut kamu akan jenuh denganku, dengan semua kewajiban yang aku lakukan".."Tenang Tio, jangan berfikir seperti itu, aku senang dengan kehidupan keluargamu. Aku sudah menganggap Ibumu seperti Ibuku sendiri, begitu pula dengan adik2mu. Aku sayang mereka Tio, seperti aku menyayangimu. Selama ini aku pun tidak pernah keberatan dengan rutinitasmu sebagai kakak untuk adik2mu, begitupula dengan kewajibanmu sebagai anak dari Ibumu Tio. Aku sudah terlanjur sayang dengan semuanya, aku sangat sayang keluargamu Tio. Aku sayang kamu Tio"..
Setelah dari rumah Tio waktu itu, aku semakin yakin dengan perasaanku dan aku akan selalu sayang Tio..
Hari-hariku bersama Tio kujalani seperti biasanya, tak ada yang berubah kecuali rasa sayang kami berdua yang semakin baertambah. Tiap kali bersama Tio, ada saja temanku yang iri dengan keakraban kami. Katanya kami terlalu kekanakan karena terus-terusan bersama dan tidak bisa mandiri. Namun nyatanya mereka tak tahu apa-apa tentang kami dan hal itu sama sekali tidak mengganggu hubungan kami.
Sabtu pagi, aku ke rumah Tio. Seperti biasanya aku membawa mkanan buatan sendiri dari rumah. Tio memang sering memintaku untuk membuatkan dia mkanan, katanya untuk membiasakan diri menjadi ibu rumah tangga kelak. Tapi hal itu tidak membuatku risih, aku senang saja dan dengan begitu pun aku juga belajar menjadi calon istri yang baik di mata Tio. Itu adalah harapan kami berdua.
Sesampainya di rumah Tio, aku pun tidak segan-segan menyiapkan mkanan yang sudah kusiapkan untuknya. Kuajak Ibu dan adik2nya untuk ikut makan bersama, walau Ayah Tio tidak bersama kami karena kerja di Jakarta hal ini tak mengubah suasana rumah saat itu, senang rasanya melihat mereka mkan masakanku.
Kata Tio, minggu depan dia akan ujian skripsi. Tentu saja tanpa disuruhnya aku membantunya menyiapkan semua kebutuhannya, baik itu pakaian yang akan digunakannya, mkanan yang akan disiapkan untuk para pengujinya dan tentu saja menggantikan Tio mengantar adiknya ke sekolah. Aku pun tidak mengganggu Tio dengan sms2 dariku untuk beberapa saat hingga Tio selesai ujian walau dia tak menyuruhku.
Dan akhirnya tiba hari itu, Tio dengan kemeja putih dan celana hitam yang sudah kusiapkan jauh hari siap untuk berperang dengan para dosen pengujinya.
Sekitar 2 jam aku menunggunya selesai ujian, tepat di depan ruangan uji. Dan kemudian dia keluar dengan raut wajah haru. "Thari sayang, aku lulus dengan nilai yang memuaskan.."katanya kemudian. Aku langsung memeluknya dan ikut bahagia dengan kesuksesan ujian yang diraihnya.
Sebulan setelah acara wisuda Tio, Tio datang ke rumah. "Thari, aku ingin membicarakan sesuatu", katanya padaku saat itu. "Baik cerita saja, ada apa?tidak biasanya kamu ke rumah hanya untuk membicarakan sesuatu Tio, adaapa?", kataku kemudian. "Begini, seperti yang kamu tahu bahwa sebulan ini aku sudah mendaftar kerjaan di beberapa perusahaan. Dan...aku baru dapat kabar semalam kalau aku ternyata diterima Ri..". "Loh?bagus dong sayang, trus ada apa?kenapa wajahmu ragu begitu?", tanyaku. "Masalahnya, aku diterima di Jakarta Ri..aku tidak mau jauh darimu", kata Tio menatapku. Walau sedikit terkejut mengetahui Tio diterima di Jakarta aku tetap mencoba menyemangatinya, karena aku tahu dia sangat membutuhkan pekerjaan itu. "Bagus dong Tio, kau akan bertemu ayahmu disana kan. Jangan khawatir begitu, aku senang kamu diterima Tio dan aku tidak mau menjadi penghalang untuk kesuksesanmu" sakit rasanya mengatakannya. "Benar kamu setuju Ri?kamu tak apa2 aku tinggal ke Jakarta?" tanyanya lagi. "Tidak apa2 sayang, aku yakin ayahmu akan senang kalau kamu kerja disana. Yang jelas kamu jangan sampai lupa sama aku yah, aku terlalu sayang kamu Tio", dengan senyum penuh haru kuikhlaskan Tio pergi meninggalkanku. "Terimakasih sayang, aku juga sayang kamu, aku tidak akan melupakanmu" kata Tio.
Itu kalimat terakhir Tio sebelum dia akhirnya harus berangkat ke Jakarta. Selama beberapa minggu menjalani hubungan jarak jauh ini, aku mulai terbiasa. Tio tetap menghubungiku rutin, di Jakarta dia tinggal bersama ayahnya. Dia pernah menceritakan tentang rekan kerjanya yang sering jail mengutak-atik isi handphone Tio, nama temannya adalah Alvin. Tio pernah mengenalkanku dengan dia, orangnya lucu dan benar-benar jail. Dia pernah menggunakan handphone Tio dan menghubungiku dan memberitahu kalau Tio masuk rumah sakit tapi ternyata tidak. Aku sampai kaget dan cepat2 menghubunginya, dan akhirnya lega mendengar suara Tio yang baik2 saja.
5 bulan menjalani hubungan jarak jauh ini, tidak membuatku khawatir. Karena Tio tetap tidak berubah denganku, tetap seperti Tio yang kukenal. Hari-hari pun terus berlalu, hingga akhirnya kurasakan gelagat aneh dari Tio. Dia mulai jarang menghubungiku awalnya aku memakluminya, mungkin dia sibuk dengan pekerjaannya. Namun tiap kali ku kirimi pesan singkat, tak pernah ada balasan darinya. Aku pun menghubunginya namun tak jarang nomor Hp nya sibuk.
Aku mulai gelisah, dan mencoba menanyakan pada Alvin. Namun, Alvin tak memberikanku jawaban yang mengurangi kegelisahanku. Kata Alvin, dia sudah dipindahkan ke divisi lain dan tidak bersama Tio lagi. Aku pun semakin gelisah, aku menceritakan masalah ini pada mama. Kata mama aku harus siap dengan kenyataan yang mungkin terjadi dan mama menyuruhku untuk tidak terlalu berharap dengan Tio. Hal ini semakin membuatku takut, takut kehilangan imam yang kunanti selama ini, takut cita2 yang telah direncanakan bersam hanya cerita belaka dan tentunya takut kalau Tio akhirnya bersama wanita lain.
Aku sangat terpukul dengan keadaan ini, Tio yang dulu kukenal sangat mengkhawatirkanku jika jauh darinya kini entah bagaimana kabarnya.
Lebih lagi ketika ke rumah Ibunya, ternyata mereka sekeluarga telah pindah ke Jakarta tanpa memberitahuku. "Apa yang terjadi Tuhaaan.".teriakku dalam doa.
Hingga setahun kemudian,kudapati surat di depan pintu rumahku yang berisikan...
Dear k' Thari yang kusayang
Bagaimana kabar kk'?aku sangat berharap kk' baik-baik saja disana..
aku sangat mencemaskan kk' kurang lebih selama setahun ini. maaf k' karena tidak pernah mengabari kk' selama ini, bahkan waktu pindah ke Jakarta kami pun tidak mengabari kk'. sebenarnya aku sangat menentang waktu ayah memutuskan kami untuk pindah ke Jakarta, tapi ayah bersi keras untuk meminta kami pindah sehingga dengan berat hati aku ikut pindah. Saat tiba di Jakarta aku segera meminta k' Tio untuk menghubungi kk'. Tapi ayah melarangku dan segera melempar handphone k' Tio hingga rusak. aku tidak mengerti dengan sikap ayah saat itu, bahkan k' Tio yang aku fikir sangat sayang sama kk' tidak berani untuk kembali menghubungi kk' saat dilarang sama ayah.Maafkan k' Tio k'..k' Tio sangat sayang sama kk' bahkan hingga saat ini. k' Tio yang memberitahuku alamat kk' sehingga aku bisa mengirim surat ini ke kk'.
Sebenarnya ayah punya rekan kerja di kantor, selama ini ayah sudah berencana untuk menikahkan k' Tio dengan anak rekan kerja ayah itu. Namanya mbak Dian, mbak Dian orangnya tidak pakai jilbab kayak kk'. k' Tio sangat sedih k' waktu diberitahu ayah kalau harus menikahi mbak Dian. k' Tio tidak berani menolak karena takut penyakit jantung ayah yang selama ini dideritanya kumat. Ibu juga sedih k' ketika tahu k' Tio akan dijodohkan dengan mbak Dian.. seminggu lagi acara nikahan k' Tio k', aku sangat ingin kk' yang duduk di pelaminan bersama k' Tio. aku sangat sedih melihat k' Tio yang dengan pasrahnya menerima perjodohan ini k'.
Aku sangat sayaaaang sama kk', begitu pula dengan ibu dan lebih lagi k' Tio. tiap malam aku melihat k' Tio mendoakan kk' agar segera bertemu dengan jodoh yang cocok untuk kk' dan memberi kebahagiaan pada kk'.
Jangan sedih ya k', semoga kk' bisa menerima ini semua..
maafkan k' Tio k', maafkan ayah yang tidak tahu tentang hubungan kk' dengan k' Tio..
semoga kk' mendapatkan jodoh yang pantas untuk kk'.
cium peluk dari aku k'
Pipit..
Terjawab semua pertanyaan di benakku selama ini..k' Tio yang sangat kusayang ternyata untuk orang lain..Tak hentinya aku menangis saat membaca surat dari Pipit, kupeluk erat tubuh mamaku yang ikut menangis melihatku. Seorang imam keluarga yang kudambakan selama ini telah disiapkan untuk wanita lain.. Rasa sayangku yang begitu besar terhadap k' Tio harus hilang begitu saja..
Selamat menempuh hidup baru k' Tio yang kusayang,,semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah,,seperti yang kita rencanakan dulu...
Rabu, 09 Oktober 2013
Dia.. (1)
Ini tentang dia..
Dia yg pernah aku kenal, tiap hari bersamanya tak membuat aku sedikit pun menoleh untuk berpindah hati. Panggil saja dirinya Tio, Tio adalah orang yang cukup menarik yang pernah bersamaku. Dia anak yang sangat sayang dengan keluarganya. Dia pernah memperkenalkanku dengan salah satu adiknya yang bernama Pipit, dia anak yang manis..
Dia yg pernah aku kenal, tiap hari bersamanya tak membuat aku sedikit pun menoleh untuk berpindah hati. Panggil saja dirinya Tio, Tio adalah orang yang cukup menarik yang pernah bersamaku. Dia anak yang sangat sayang dengan keluarganya. Dia pernah memperkenalkanku dengan salah satu adiknya yang bernama Pipit, dia anak yang manis..
Pipit pun mengakui kalau dia sangat bahagia memiliki kakak yang sangat menyayanginya, tiap hari Tio yang mengantarkan Pipit ke sekolah maupun kembali menjemputnya setelah waktu sekolah berakhir.
Ketika bersamanya, aku pun tak pernah mengeluhkan sesuatu kecuali dia sering telat untuk menjemputku ke kampus karena dia mengutamakan untuk mengantar Pipit ke sekolah lebih dahulu. Aku tak marah, tapi terkadang aku cemburu karena hal seperti itu.. Seakan aku tak penting..
Semakin lama bersamanya, aku sudah mulai mengerti dengan sikapnya yang sering telat menjemputku ke kmpus maupun mengenai kecemburuanku selama ini, aku pun bisa mengatasinya. Aku sadar kalu dia anak lelaki satu2nya yg bisa diandalkan oleh keluarganya.
Pernah suatu ketika dia menggenggam tanganku dan mengatakan seperti ini "Thari..bisa kah engkau melepas rasa letih ini dariku?bisa kah engkau tetap seperti ini kelak jika sesuatu terjadi pada hubungan kita?.."
Aku tak tahu harus berkata apa,,aku heran dan tak mengerti dengan apa yg dikatakannya saat itu. Sehingga aku terdiam dan hanya bisa mengangguk. Kulihat sisi lain di matanya, ketakutan yg tak pernah kulihat selama ini sejak bersamanya..
Sejak saat itu aku terus menyemangatinya walaupun sebenarnya aku tak mengerti apa yg dimaksudnya, aku terlalu takut untuk bertanya, aku takut hal itu akan menyakitinya.
Tak kusangka 2 tahun bersamanya membuatku semakin yakin bahwa hanya dia yang bisa membuatku bahagia, hanya dia yang kelak akan menjadi imam dalam rumah tanggaku. Orang tuaku pun sangat menyayanginya, kata Ibuku dia adalah anak yg sangat menyayangiku tulus dan aku pun seperti itu.
Orang tua Tio sepertinya juga menyukaiku, hal itu kulihat ketika aku berkunjung ke rumahnya. Ibunya terus menyuruhku nginap tiap kali aku berkunjung.Pipit pun senangnya bukan main jika aku datang, dia pasti akan memintaku untuk mengajarinya make up dan berdandan dengan jilbab. Katanya dia sangat suka melihat tatanan jilbabku dengan make up yang natural. Belum lagi Riri adik Tio yg bungsu, selalu saja memintaku untuk digambarkan sketsa dirinya. Padahal aku tak begitu pandai, Tio lebih pandai dariku. Tentu saja, dia adalah pria yg membuatku jatuh hati ketika ada pagelaran lukis khusus untuk mahasiswa arsitektur di kampus. Dia melukis wajah ibu dan adik2nya sebagai suatu makna kebahagiaan menurut dirinya..
Bersambung..
Selasa, 08 Oktober 2013
Contoh laporan KKN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Sebuah upaya untuk
mewujudkan masyarakat yang berkualitas adalah suatu tugas yang telah dituangkan
dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dan sebagai tujuan pembangunan
dilaksanakan oleh bangsa Indonesia. Kuliah Kerja Nyata (KKN) setiap
Universitas yang ada di Indonesia selalu menganut Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Salah satu isi dari Tri Darma Perguruan Tinggi adalah pengabdian kepada
masyarakat. Pengabdian dikemas dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Kuliah Kerja Nyata (KKN) timbul akibat
adanya dasar konsep-konsep akademisi dengan realitas kehidupan masyarakat,
mengaplikasikan teori melalui pengalaman-pengalaman dilapangan dan mahasiswa
dituntut pula untuk menjadi manusia yang siap dan percaya diri dalam kehidupan
bermasyarakat, oleh karena itu pada hakikatnya manusia adalah sebagai mahluk
sosial yang senantiasa berinteraksi dengan sesamanya. Disamping itu pula
mahasiswa adalah sosial control masyarakat yang pada dasarnya menjadi patokan
masyarakat dan merupakan tulang punggung masyarakat.
Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan
dalam masyarakat di luar kampus dengan maksud meningkatkan relevansi pendidikan
tinggi dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat akan ilmu pengetahuan,
teknologi, serta seni untuk melakukan pembangunan yang semakin meningkat serta
meningkatkan pembangunan dalam masyarakat. Sebagai pengalaman belajar baru,
yang tidak akan pernah diperoleh di bangku kuliah.
Masyarakat yang
cenderung menerapkan pola hidup yang sangat sederhana, sehingga dengan
kehadiran mahasiswa ditengah-tengah mereka dapat memberikan masukan tentang
metode yang modern dan kompleks untuk melakukan sesuatu, serta masalah yang
dapat diselasaikan bersama guna apa yang diinginkan masyarakat. Adapun lokasi
yang kami jadikan sebagai tempat Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu.
1.2
Tujuan
Adapun tujuan yang
ingin dicapai dalam pelaksanakan KKN ini adalah:
1.
Agar
Perguruan Tinggi Unhas menghasilkan sarjana pendidikan sebagai penerus pembangunan
yang lebih menghayati masalah yang sangat kompleks dalam suatu masyarakat dan
belajar menanggulangi permasalahan tersebut secara pragmatis tanpa merugikan
pihak-pihak tertentu.
2.
Untuk
lebih mendekatkan Perguruan Tinggi khususnya Unhas dengan masyarakat.
3.
Mahasiswa
diharapkan memberikan sumbangan pemikiran berdasarkan ilmu pengetahuan
teknologi dan seni dalam upaya menumbuhkan, mengembangkan serta mempersiapkan
kader-kader pembangunan.
4.
Memberikan
pengalaman
belajar tentang pembangunan masyarakat dan pengalaman kerja nyata dalam bidang
pembangunan.
1.3
Manfaat
Adapun manfaat yang
dapat diperoleh mahasiswa dari pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN)
ini adalah:
1.
Mahasiswa
dapat mempraktekkan ilmu yang telah mereka peroleh langsung kepada masyarakat.
2.
Mahasiswa
dapat langsung melihat jelas permasalahan apa yang timbul dalam masyarakat.
3.
Mahasiswa
dapat menguji kepekaan sosialnya melalui kemampuan adaptasi dan interaksi
mahasiswa dengan masyarakat dalam menyikapi suatu masalah.
BAB II
GAMBARAN UMUM POTENSI LOKASI
2.1 Sejarah Desa
Padang Kalua
Pada zaman dahulu
yaitu sebelum tahun 1992 Desa Padang Kalua masuk wilayah Desa Bolong, Kabupaten
Luwu di wilayah Kecamatan Lamasi sejak berdiri dipimpin oleh beberapa orang
Kepala Desa yaitu sebagai berikut :
Susunan kepala Desa dari tahun 1993 – sekarang adalah :
1. Tahun
1993 – 2002 dipimpin oleh Hamka, AS
2. Tahun
2002 – 2007 dipimpin oleh M. Akib
3. Tahun
2007 – 2013 dipimpin oleh Fahruddin Tam
4. Tahun
2013 – sekarang dipimpin oleh Nasir To Buna
2.2 Letak dan
Luas Wilayah
Desa Padang Kalua
merupakan salah satu dari 10 Desa di wilayah kecamatan Lamasi yang terletak 3 km
ke arah Barat kota kecamatan. Desa Padang Kalua mempunyai luas wilayah seluas 7,75
km yang memiliki batas wilayah sebagai berikut :
Tabel 2.1. Batas wilayah
Batas
|
Desa/ Kelurahan
|
Kecamatan
|
Sebelah Utara
|
Desa Bosso
|
Walenrang Utara
|
Sebelah Selatan
|
Sungai Lamasi
|
|
Sebelah Timur
|
Desa Wiwitan
|
Lamasi
|
Sebelah Barat
|
Desa Bolong
|
Walenrang Utara
|
2.3 Iklim
Iklim Desa Padang
Kalua, sebagaimana desa-desa lain di wilayah Indonesia mempunyai iklim kemarau
dan penghujan, hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam
yang ada di Desa Padang Kalua Kecamatan Lamas
2.4 Jumlah
Penduduk
Desa Padang Kalua
mempunyai jumlah penduduk 1.781 jiwa, yang tersebar dalam 4 wilayah dusun
dengan perincian dalam tabel berikut :
Tabel
2.2 Jumlah penduduk di Desa Padang Kalua
Dusun Salujmbu
|
Dusun Padang Kalua
|
Dusun Amboli
|
Dusun Lempo
|
386 jiwa
|
838 jiwa
|
414 jiwa
|
363 jiwa
|
Dari tabel dapat
dilihat bahwa pada Dusun Salujambu terdapat 386 jiwa penduduk. Pada Dusun
Padang Kalua terdapat 838 jiwa penduduk. Pada Dusun Amboli terdapat 414 jiwa
dan Dusun Lempo terdapat 363 jiwa.Jadi total keseluruhan penduduk Desa Padang
Kalua sebanyak 1.781 jiwa penduduk.
2.5 Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan
masyarakat Desa Padang Kalua adalah sebagai berikut :
Tabel 2.3 Tingkat Pendidikan Penduduk di Desa Padang
Kalua
Pra Sekolah
|
SD
|
SMP
|
SMA
|
Sarjana
|
47 orang
|
196 orang
|
202 orang
|
115 orang
|
Dapat dilihat pada
tabel bahwa penduduk Desa Padang Kalua memiliki tingkat pendidikan yang
berbeda-beda. Pada pra sekolah terdapat 47 orang. Pada tingkatan SD terdapat
196 orang. Pada tingkat SMP terdapat 202 orang dan pada tingkat Sarjana
terdapat 115 orang.
2.6 Mata
Pencaharian
Desa Padang Kalua
merupakan Desa perkebunan dan pertanian, sebagian besar penduduknya beramata
pencaharian sebagai petani. Untuk selengkapnya data lengkap mata pencaharian dapat
dilihat pada tabel berikut:
Tabel
2.4 Mata Pencaharian Penduduk Desa Padang Kalua.
PETANI
|
PEDAGANG
|
PNS
|
95,85 %
|
1,15 %
|
3 %
|
2.7 Pola
Penggunaan Tanah
Penggunaan tanah di
Desa Padang Kalua sebagian besar diperuntukkan untuk tanah perkebunan dan
sawah. Sedangkan sisanya untuk tanah kering yang merupakan bangunan dan
fasilitas-failitas lainnya.
2.8 Sarana dan
Prasarana Desa
Adapun sarana dan prasarana yang terdapat di Desa Padang
Kalua dapat diihat pada tabel berikut :
Tabel
2.5 Sarana dan Prasarana di Desa Padang Kalua
SARANA DAN PRASARAN
|
JUMLAH
|
Kantor Desa
|
1
|
TK
|
2
|
SD
|
2
|
SMP
|
1
|
SMA
|
1
|
BAB III
IDENTIFIKASI PERMASALAHAN DAN PEMECAHAN MASALAH
3.1
IdentifikasiMasalah
Berdasarkan
pada hasil observasi lapangan (
Kantor Desa Padang Kalua ) dan wawancara dengan masyarakat
setempat yang dilakukan pada minggu pertama pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata
(KKN) kurang lebih lima hari melakukan
Focus Group Discussion (FGD) atau diskusi secara terfokus dengan tokoh-tokoh
masyarakat di Desa Padang Kalua, ditemukan beberapa kekurangan yang terdapat di
wilayah Kantor Desa
Padang Kalua, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu yaitu :
·
Bidang Sarana dan Prasarana
Keadaan papan-papan data yang terdapat
pada Kantor Desa Padang Kalua tidak menarik lagi, bagan struktur organisasi yang belum diganti dengan kepengurusan yang
baru serta tidak adanya papan informasi yang menunjukkan keberadaan POSKESDES
di lingkup Kantor Desa. Sehingga hal ini mengurangi nilai keindahan yang
harusnya tercermin baik pada Kantor Desa Padang Kalua.
3.2 Pemecahan Masalah
Berdasarkan hasil
identifikasi masalah yang ditemukan di Kantor Desa Padang Kalua, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu
dan dengan menyesuaikan dengan kondisi dan sumber daya yang ada di lapangan
maka kami menetapkan upaya pemecahan
masalah sebagai berikut :
1.
Memperbaharui
/ mengindahkan papan data yang terdapat pada kantor Desa sekaligus bagan
struktur organisasi.
2.
Memfasilitasi
POSKESDES yang terdapat pada lingkup Kantor Desa dengan papan informasi
POSKESDES.
BAB IV
KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN
4.1 Pembuatan Papan Informasi POSKESDES
a.
Tujuan :
Sebagai tanda pengenal / informasi di perangkat Kantor Desa
b. Sasaran :
Perangkat Kantor Desa
c.
Waktu
pelaksanaan : 16-20 Juli 2013
d.
Tempat
pelaksanaan : Ruma Kepala Desa Padang Kalua.
e. Realisasi : Terlaksana
dengan baik
4.2 Pembaharuan Papan Data Kantor Desa
a.
Tujuan : Pembaharuan papan
data dan sekaligus melengkapi bagan struktur organisasi Kantor Desa
b.
Sasaran : Kantor Desa Padang
Kalua
c.
Waktu
pelaksanaan : 9-13 Juli
2013
d.
Tempat
pelaksanaan : Posko KKN Desa
Padang Kalua.
e.
Realisasi : Terlaksana dengan baik
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang dapat ditarik dari pelaksanaan
program kerja yang telah dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan di Desa Padang Kalua, Kecamatan Lamasi, Kabupaten Luwu antara
lain :
1. Dengan adanya papan informasi POSKESDES, diharapkan dapat
menginformasikan keberadaan POSKESDES bagi para masyarakat setempat (
masyarakat Desa Padang Kalua ) maupun masyarakat lainnya ( yang tidak termasuk
masyarakat Desa Padang Kalua ).
2. Dengan pembaharuan papan data Kantor Desa, maka dapat
mengindahkan sekaligus memberi warna baru di Kantor Desa Padang Kalua.
·
Secara
eksplisit, dapat disimpulkan bahwa dengan ber-KKN :
1. Mahasiswa memperoleh pengalaman
belajar dan pengalaman kerja dalam pembangunan masyarakat Desa Padang Kalua.
2. Kepribadian mahasiswa menjadi
lebih dewasa dan wawasan mahasiswa bertambah luas.
3. Mahasiswa mewakili almamater
UNHAS memiliki hubungan dekat terhadap masyarakat Kecamatan Lamasi.
5.2 Saran
Adapun saran yang dapat diberikan demi perkembangan dan kemajuan
pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di masyarakat guna peningkatan
produktifitas kegiatan program kerja di lapangan, antara lain :
1.
Sebaiknya
sebelum mahasiswa terjun ke lapangan diberikan terlebih dahulu gambaran lokasi
dan keadaan pola perilaku masyarakat sehingga memudahkan dalam
bersosialisasi dengan masyarakat.
2.
Sebaiknya
Mahasiswa yang akan mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) diberikan lebih
banyak materi pengenalan lapangan sehingga memudahkan asimilasi mahasiswa
terhadap kebiasaan masyarakat setempat.
3.
Diperlukan
perhatian dan kerjasama yang baik antara masyarakat dan anak KKN demi
terciptanya suasana yang mendukung kearah perkembangan dan kemajuan
pembangunan. Dalam artian masyarakat jangan hanya menyetujui program kerja
mahasiswa tetapi dapat juga berperan secara aktif didalamnya.
Langganan:
Postingan (Atom)